02 Jun 2026

Nyoba Bikin Photobook untuk Pertama Kali

Aku suka sekali mengambil foto ketika sedang liburan atau mengunjungi suatu tempat. Tapi entah kenapa, setelah berhasil mengumpulkan banyak foto yang menurutku cukup bagus, rasa malas selalu datang saat mau mengunggahnya ke media sosial. Lama kelamaan foto foto itu pun hanya menumpuk di galeri HP ataupun di folder komputer tanpa pernah benar benar dinikmati.

Suatu hari, ketika sedang membantu membersihkan lemari orang tua, aku menemukan beberapa album foto lama yang dulu mereka cetak. Isinya bermacam macam, ada foto pernikahan, liburan, sampai aktivitas keluarga sehari hari yang terkesan biasa saja. Tapi ketika aku mulai membuka halaman demi halaman dan bertanya ke Ibu tentang siapa saja yang ada di sana dan apa yang sedang terjadi saat itu, sesuatu yang menyenangkan terjadi. Kami jadi mengobrol panjang. Ibu bercerita dengan antusias, lembar demi lembar, dan aku menyimak setiap ceritanya.

[insert photo here]

Dari momen itu aku mulai berpikir, alangkah baiknya kalau foto foto yang sudah aku ambil selama ini dicetak saja. Siapa tahu nanti kalau sudah punya anak atau cucu, momen seperti yang aku rasakan saat mendengar cerita Ibu itu bisa terulang lagi. Aku pun mulai mencari tahu format apa yang cocok untuk membuat album foto di era sekarang.

Ternyata ada dua cara yang cukup populer. Pertama adalah cara klasik yaitu cetak foto satu per satu lalu masukkan ke sleeve dan binder. Cara kedua adalah format photobook, semacam majalah di mana dalam satu lembar kita bisa menempatkan beberapa foto sekaligus, mengatur layoutnya, menambahkan teks cerita, dan menyusun urutannya sesuka hati. Aku langsung tertarik dengan cara kedua dan mulai mencari vendor yang bisa mengerjakan cetak photobook dari awal sampai jadi.

[insert photo here]

Photobook pertama yang aku buat berisi foto foto dari liburan singkat ke Singapore. Di sana aku lebih banyak mengeksplorasi visual kota itu sendiri mulai dari bangunan bangunan yang unik, budaya pejalan kaki, keseharian warganya, sampai kuliner kuliner yang sangat enak.

[insert photo here]

Saat tulisan ini dibuat, photobook nya masih dalam proses pengerjaan dan aku belum tahu hasilnya seperti apa. Tapi hopefully hasilnya bagus dan sesuai ekspektasi. Kalau memang oke, sepertinya aku akan lanjut membuat edisi berikutnya yaitu perjalanan ke Kuala Lumpur beserta beberapa foto lain yang rasanya sayang kalau dibiarkan mengendap begitu saja di folder.